Cinta yang Terlewat



Ini bukan lagi tentang senja atau kopi seperti yang dilukiskan para pecinta puisi
Karena nyatanya aku tetap masih terjaga hingga larut tanpa endapan hitam di dasar gelas
Aku juga tetap mampu menyemikan hati di tengah gugur tanpa perlu rona jingga di ufuk barat

Kopi dan senja
Ia hanya salah satu bahasa cinta-Nya; ada keindahan yang tercipta dari dua hal yang berbeda
Cahaya-gelap, pahit-manis, riuh-hening, mereka adalah batas sebuah pertentangan
Lalu mengapa hanya kopi dan senja saja yang kau abadikan?
Bukankah masih banyak cinta-Nya yang mendekapmu dalam kesejukan?

Ejalah sang fajar
Maknailah jengkal sajadah
Bumikanlah firman dalam tingkah
Semarakkanlah masjid dengan ibadah
Jiwai doa dalam usaha
Bacalah juga pesona lain yang jarang disentuh sekumpulan manusia

Selain kopi, kita masih memiliki madu
Selain senja, ada fajar yang menunggumu
Selain sajak lara, masih ada tanda-Nya yang menanti kau ramu
Jangan lagi kau mendua di tengah rukuk dan sujud saat menyapa-Nya, remaja

Oleh NSQAP
Gambar: Geulgram

Komentar