Ada harapan yang mengangkasa tiap kali tasbih jatuh dan berotasi di antara jemariku
Ada gejolak impian yang bergelantung di ujung bibirku
Juga ada gemuruh hati yang selalu berpendar saat membahasakan syukur dalam sepertiga malam-Nya
Kau mungkin bertanya
"Apa yang merumitkan doa-doamu, Wahai Tokoh Utama?"
Kemarilah,
Temani aku membasuh dosa dalam remang fajar
Lalu bacalah pada jengkal sajadah yang kuhamparkan di antara kita
Ialah alas yang penuh derai hujan meski air mata langit tak berjatuhan
Di bilik-bilik yang menyembunyikan resahku, kau akan dengar;
Ada yang diakhiri namun tak pernah benar-benar berakhir
Ada yang dihindari namun takdir memilih berseloroh;
Juga ada gemuruh hati yang selalu berpendar saat membahasakan syukur dalam sepertiga malam-Nya
Kau mungkin bertanya
"Apa yang merumitkan doa-doamu, Wahai Tokoh Utama?"
Kemarilah,
Temani aku membasuh dosa dalam remang fajar
Lalu bacalah pada jengkal sajadah yang kuhamparkan di antara kita
Ialah alas yang penuh derai hujan meski air mata langit tak berjatuhan
Di bilik-bilik yang menyembunyikan resahku, kau akan dengar;
Ada yang diakhiri namun tak pernah benar-benar berakhir
Ada yang dihindari namun takdir memilih berseloroh;
memisahkan namun tetap rajin mempertemukan
dan ada yang diharuskan hilang namun setiap hari masih bermekaran
Lalu pada usai yang risau itu
Semua doa hanya menjadi gemuruh yang membara
Sejenak sebelum fajar tiba, langit berbisik;
dan ada yang diharuskan hilang namun setiap hari masih bermekaran
Lalu pada usai yang risau itu
Semua doa hanya menjadi gemuruh yang membara
Sejenak sebelum fajar tiba, langit berbisik;
Sajadah cinta telah tergulung, mengusaikan sajaknya
Menutup percakapan dengan Sang Maha Pembalik Rasa
Menutup percakapan dengan Sang Maha Pembalik Rasa
Akan kucoba hidup dengan rekah dan sumringah
Oleh NSQAP
Gambar: Geulgram

Komentar
Posting Komentar